March 28, 2019

Herd Immunity (Kekebalan Kawanan) Tanpa Vaksin itu Omong Kosong

Herd Immunity (Kekebalan Kawanan) Tanpa Vaksin itu Omong Kosong



Apa itu Herd Immunity? Apa itu kekebalan kawanan? Istilah apa lagi ini? Virus corona memang virus unik yang belum terpecahkan secara pasti bagaimana cara melumpuhkannya, dan karena virus itu, kita mengenal istilah-istilah baru. ODP, PDP, Social Distancing, hingga akhirnya, yang terbaru, herd immunity atau kekebalan kawanan. Memang serba repot jika berperang melawan musuh tak terlihat. Segalanya mengandalkan penelitian dan pilihan-pilihan penanganan yang masih berbau kemungkinan-kemungkinan.

Lalu apa sih, herd immunity itu? Secara garis besar, Herd Immunity (bhs. Indonesia: kekebalan kawanan) dapat diartikan: suatu bentuk perlindungan tidak langsung dari penyakit menular yang terjadi ketika sebagian besar populasi menjadi kebal terhadap infeksi, baik melalui infeksi sebelumnya atau vaksinasi, sehingga individu yang tidak kebal ikut terlindungi. Ini berarti bahwa orang yang tidak divaksinasi, atau yang vaksinnya tidak memicu kekebalan, dilindungi karena orang-orang di sekitar mereka yang kebal dapat bertindak sebagai penyangga di antara mereka dan orang yang terinfeksi. Setelah herd immunity telah dibentuk untuk sementara waktu, dan kemampuan penyakit untuk menyebar terhambat, penyakit ini akhirnya bisa dihilangkan.


Lalu apa tantangan dalam menciptakan Herd Immunity atau Kekebalan Kawanan ini?

Begini, semakin banyak yang tertular oleh penyakit atau virus, semakin besar pula kekebalan yang dibutuhkan populasi untuk memastikan Herd Immunity (kekebalan kawanan). Misalnya, campak sangat menular dan satu orang dengan campak dapat menginfeksi hingga 18 orang lainnya. Ini berarti bahwa sekitar 95% orang perlu kebal agar kelompok yang lebih luas memiliki kekebalan kawanan.

Coronavirus baru memiliki tingkat infeksi lebih rendah daripada campak, dengan rata-rata setiap orang yang terinfeksi menularkannya ke dua atau tiga orang baru. Ini berarti bahwa kekebalan kawanan harus dicapai ketika sekitar 60% dari populasi menjadi kebal terhadap COVID-19.

Namun, kekebalan alami kawanan dengan cara memakai pembiaran infeksi daripada vaksinasi menjadi tantangan berat karena tingkat risiko yang harus ditanggung sangat besar karena bisa menciptakan lonjakan angka kematian yang, mungkin, bisa besar pula jumlah angkanya. Inilah sebabnya mengapa kekebalan kawanan umumnya dikejar melalui program vaksinasi.

Bahkan ketika vaksin tersedia, tidak selalu mungkin untuk mencapai kekebalan kelompok bisa bertahan terlalu lama. Beberapa virus, seperti flu musiman, sering bermutasi, menghindari respons kekebalan tubuh. Jadi kekebalan tidak selalu bertahan selamanya, itulah sebabnya suntikan flu diperlukan setiap tahun.

Jadi, apakah Herd Immunity atau Kekebalan Kawanan adalah rencana yang bagus?

Dipahami secara sepintas, Herd Immunity atau kekebalan kawanan mungkin tampak sebagai upaya yang bagus. Tetapi dengan tidak adanya vaksin Virus Corona berarti sangat berisiko tinggi. Jadi, Herd Immunity atau kekebalan kawanan tanpa vaksin itu omong kosong.

Lalu cara yang bagaimana yang harus dilakukan untuk memutus rantai penyebaran virus corona yang unik ini? Rencana bagus yang harus dilakukan, menurut keyakinan penulis, adalah tetap pada rencana semula, yaitu Pembatasan Sosial Berskala Besar, sesuai dengan keputusan presiden. Agar Pembatasan Sosial Berskala Besar ini bisa berhasil, maka tingkat kepatuhan kita sebagai warga negara Indonesia, harus ditingkatkan lagi. Kita harus sadar diri, terus mengontrol pergerakan kita, mendisiplikan diri sendiri untuk isolasi diri, membatasi pertemuan publik, dan buat pemerintah, juga harus segara melakukan pelacakan yang cepat terhadap mereka yang terkena virus. Yang juga tak kalah penting adalah mengedukasi masyarakat untuk segera sadar tentang kebersihan yang aman dan memastikan pasokan disinfektan, pembersih tangan, makanan yang aman, sabun, dan air, serta akses ke layanan saat dibutuhkan. Dengan langkah-langkah tersebut, dengan mensinergikan semua elemen yang ada, bukanlah hal yang mustahil wabah virus corona di Indonesia bisa segera berakhir, dan mau tidak mau jin virus corona ini kembali ke dalam botol lebih cepat dan meminimalkan jumlah kematian. 
Disqus Comments